Lembaga Advokasi Pengguna Anggaran Negara (LAPAN) menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengawasan ini tidak hanya menyasar penggunaan anggaran, tetapi juga memastikan program berjalan adil, transparan, dan tepat sasaran.
Pembina LAPAN, Haris Kelana Damanik, MH, menekankan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan bagian penting dari pemenuhan hak dasar masyarakat, terutama anak-anak, untuk mendapatkan gizi yang layak. Karena itu, setiap bentuk penyimpangan harus dicegah sejak dini.
“Program ini menyangkut masa depan generasi bangsa. Jika pelaksanaannya tidak diawasi dengan serius, maka yang dirugikan bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga kualitas sumber daya manusia ke depan,” tegasnya.
Untuk memperkuat pengawasan, LAPAN menggandeng platform digital Jaga Dapur MBG. Kolaborasi ini membuka ruang partisipasi publik agar masyarakat bisa ikut memantau, melaporkan, dan memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Direktur LAPAN, Arif Fani, MH, menyebut keterlibatan masyarakat sebagai kunci utama keberhasilan program. Dengan dukungan teknologi, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk ikut mengawal kebijakan publik secara langsung.
Sebagai langkah konkret, LAPAN juga membuka Pos Pengaduan dan Bantuan Hukum. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan dugaan penyimpangan, mendapatkan pendampingan hukum, hingga mengawal proses pemulihan hak jika terjadi pelanggaran.
LAPAN menegaskan bahwa setiap warga negara berhak atas perlindungan hukum, terutama dalam program yang menyangkut kebutuhan dasar seperti pangan dan gizi. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya administratif, tetapi juga berbasis pada prinsip hak asasi manusia.
Ke depan, LAPAN akan terus melakukan investigasi lapangan, membuka kanal pengaduan, serta menyusun rekomendasi kebijakan demi memperbaiki tata kelola program MBG.
Dengan pengawasan yang kuat dan keterlibatan publik, diharapkan Program Makanan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi program rutin, tetapi benar-benar menjadi fondasi keadilan sosial yang dirasakan masyarakat dari waktu ke waktu.
Posting Komentar